Pemberdayaan masyarakat perlu disinergikan dengan kerjasama yang baik  antara pemerintah dengan warga sipil. Salah satunya dengan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM) untuk meminimalisasi fenomena kehidupan masyarakat yang saat ini cenderung menunjukkan kehidupan individualistis, memen­tingkan diri sendiri, sibuk dengan urusan dan masalahnya sendiri, sehingga kurang respon terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Hal itu diungkapkan oleh wakil bupati Grobogan Icek baskoro Ketika melakukan kegiatan BGBRM, Kamis (3/5) kemarin. Icek mengungkapkan,  BBGRM ini bertujuan meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakatdalam pembangunan. Yakni  dengan  pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan akses dalam memperoleh dan memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal, serta membangkitkan semangat gotong royong dan keswadayaan masyarakat.

"Dengan pelaksanaan BGGRM yang dipadukan dengan HKG PKK merupakan upaya guna mensukseskan program pemberdayaan melalui akses informasi dan memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal dengan semangat kegotong royongan," kata Icek, kemarin.

Selain itu, kegiatan BBGRM juga untuk meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat agar masyarakat mampu membangun diri dan lingkunganya secara mandiri. Kemandirian masyarakat tidak berarti pemerintah masyarakat berkembang sendiri tanpa arah. Tetapi memberikan fasilitas masyarakat mampu berkarya dan aktif dalam pembangunan.

”Momentum ini, adalah untuk memperkuat dan kebersamaan sesama dalam berbagai aktifitas dengan kekeluargaan dan gotong royong,” terang dia.

Ketua TP PKK Grobogan Diah Bambang Pudjiono mengungkapkan, BBBGRM dan HKD PKK bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan meningkatkan peran akatif masyarakat. Selain itu, juga untuk menambahkan sifat gotong royong yang sudah mulai pudar.

”Gerakan BBGRM ini, adalah upaya untuk mendorong selalu bergotong royong dalam pembangunan daerah,” terang dia.

Selain itu, dalam BBGRM juga untuk meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Membangun rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap hasil pembangunan dan pemerataan pembangunan.

”Bhulan bhakti gotong royong masyarakat adalah merupakan kegiatan gotong royong masyarakt dalam satu bulan penuh yang dilaksanakan setiap desa di seluruh kabupaten Grobogan dan Indonesia,” ujar dia.

Dalam kegiatan BBGRM di kabupaten Grobogan memiliki beberapa kegiatan. Diantaranya pemberian hibah isi lumbung sebesar Rp 20 juta kepada Desa Semberagung Kecamatan Godong. Bantuan beras kepada 17 ahli waris dan anggota anggota Satlinmas yang sakit, pemberian alat olahraga dan kegiatan lainya.